4 Macam Hidayah Menurut Ibnu Qayyim Rahimahullah

26 November 2025 | Artikel

Gambar Utama

Pekanbaru, 26 November 2025. Dalam karya-karya para ulama, salah satu pembahasan penting adalah konsep hidayah (petunjuk) dari Allah ﷻ. Di antara ulama yang menguraikannya secara jelas adalah Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah, seorang ulama besar abad ke-8 H. Beliau menjelaskan bahwa hidayah itu memiliki tingkatan dan jenis-jenis tertentu yang menunjukkan betapa luasnya rahmat dan petunjuk Allah ﷻ kepada hamba-Nya.

Berikut adalah empat macam hidayah menurut Ibnu Qayyim Rahimahullah:

1. Hidayah Al-Bayān wa Ad-Dalālah (Petunjuk berupa penjelasan dan penerangan)

Ini adalah jenis hidayah berupa penjelasan, keterangan, dan penerangan terhadap kebenaran. Melalui hidayah ini, seorang hamba mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana jalan petunjuk dan mana jalan kesesatan.

Hidayah ini diberikan melalui:

  • Al-Qur’an
  • Sunnah Nabi
  • Penjelasan para ulama
  • Dalil-dalil akal dan fitrah

Ini adalah hidayah yang Allah ﷻ berikan untuk seluruh manusia, baik mukmin maupun kafir. Namun mengetahui kebenaran belum tentu membuat seseorang mengikutinya, karena mengikuti kebenaran membutuhkan hidayah berikutnya.


2. Hidayah At-Taufīq wal-Ilhām (Petunjuk berupa taufik dari Allah)

Ini adalah hidayah yang paling tinggi dan paling mulia. Hidayah taufik berarti Allah ﷻ membuka hati hamba untuk menerima kebenaran, mencintainya, dan mengamalkannya.

Tanpa hidayah taufik:

  • Seseorang tidak mampu istiqamah.
  • Ilmu tidak mengantarkan pada amal.
  • Pengetahuan tidak berubah menjadi ketaatan.
  • Karena itulah Nabi ﷺ selalu berdoa:

          “Ya Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Hidayah ini hanya milik Allah ﷻ, tidak dapat diberikan oleh manusia.


3. Hidayah Ilham dan Tadqiq (Petunjuk berupa inspirasi dan kemudahan melakukan amal)

Jenis hidayah ini berupa dorongan hati dan inspirasi kebaikan yang Allah ﷻ tanamkan dalam diri seorang mukmin, seperti:

  • Dimudahkan berbuat baik
  • Dijauhkan dari maksiat
  • Diluruskan niatnya
  • Dipilihkan jalan terbaik dalam masalah-masalah sulit

Ibnu Qayyim Rahimahullah menyebutnya sebagai hidayah berupa tadbīr Ilahi—Allah ﷻ mengatur hati hamba menuju jalan kebaikan tanpa ia sadari.


4. Hidayah di Akhirat (Petunjuk menuju Surga)

Ini adalah hidayah terakhir dan sempurna, ketika Allah ﷻ memberikan petunjuk kepada hamba-Nya pada hari kiamat:

  • Menuntunnya melewati shirath
  • Menyelamatkannya dari kegelapan hari kiamat
  • Mengantarkannya menuju surga

Hidayah ini adalah buah dari hidayah taufik dan amal saleh selama di dunia. Tanpa hidayah ini, seseorang akan tersesat pada hari yang penuh kegelapan itu.


Kesimpulan

Ibnu Qayyim Rahimahullah menjelaskan bahwa hidayah adalah proses yang berjenjang.

Mulai dari mengetahui kebenaran, lalu menerima dan mengamalkannya, hingga akhirnya Allah ﷻ menuntun seseorang ke surga.


Ringkasannya:

  1. Hidayah Penjelasan (Bayān) – mengetahui kebenaran.
  2. Hidayah Taufik – mampu menerima dan mengamalkan kebenaran.
  3. Hidayah Ilham – dimudahkan dalam langkah dan keputusan menuju kebaikan.
  4. Hidayah Akhirat – dituntun ke surga.

Semoga Allah ﷻ memberikan kepada kita seluruh jenis hidayah ini. Aamiin